Category Archives: Education

ketika Psikologi tidak dibarengi dgn LOGIKA dan MENTAL Investasi yg Baik

#kafein koreksi masif market hari ini sungguh bisa dikatakan norak, penurunan kemarin2 malah lebih bisa ditolerir akibat euforia pembelian yg berlebih pada IPO #BUKA yg pada akhirnya mendorong investor untuk melepas saham2 lainnya hingga tergerus aksi force sell pada rek. Margin.

Tapi penurunan hari ini, bahkan hingga -2.5% dan sempat low 5958 (yg berarti break batas bawah dari range kuat sideways yg sdh terbentuk sebelumnya di 5960-6100/6157) sungguh terlalu berlebihan karena :

(1) dominasi #asing sdh berkurang banyak dimarket kita.
(2) GDP kita sudah mulai positif dan bertumbuh, laporan keuangan indeks LQ45 juga mayoritas positif hingga berbalik dari rugi menjadi laba.
(3) disaat kita lari pontang panting, #asing malah netbuy 339M.
(4) saham #buka aja yg biasanya nakuti2in, hari ini cuma cilukba #arb di awal sesi, bahkan sesi-2 semakin menguat hingga close 895 +7.83%. Mmg sih saham #buka dlm 3 hari ini terus diakumulasi oleh 2-3 broker asing, bahkan yg sebelumnya netsell (CG) malah berbalik jd netbuy.

Tapi sebenarnya koreksi konyol yg terjadi pada market, jika disikapi lebih positif adalah kita bisa mengukur saham2 mana yg bisa bertahan hingga melihat potensi adanya bandar yg menjaga saham tsb. Darimana tahunya ? dgn koreksi pada idx tertinggi adalah dikisaran 2.5% maka saham2 yg terkoreksi jauh dibawah ini adalah saham2 yg dijaga dgn baik, co:

#BBCA 33000 +0%
#TLKM 3390   -0.88%
#INTP 11025  -1.56%

Akan tetapi saham2 yg terkoreksi jauh diatas -2.5%, walau dibiarkan terkoreksi bukan pula karena kinerjanya buruk, tapi hal ini karena bandarnya males/tak mau bertarung (mengambil posisi beli) melawan investor yg kalap jualan, co: #BBRI 3880 -4.67% (koreksi 2x market)

Bagaimana seandainya besok, market berbalik +2%, belum tentu yg (a)dijaga bandar malah bisa naik kencang tapi (2) yg tidak dijaga bandar malah naik kencang ?

Begini teman2, untuk (a) atau yg dijaga bandar mengapa ketika market naik dia malah ga naik banyak bahkan turun, karena market “berasumsi” bahwa saham ini akan naik banyak, bandar yg kemarin menjaga malah jualan, ambil cash mereka kembali dan melepaskan pergerakannya ke mekanisme pasar kembali (ini spt program buyback, ketika market jelek, dan melepas ketika market membaik).

Sedangkan sebaliknya untuk (b) saham yg tidak dijaga bandar, spt #bbri ketika market bagus, saham ini bisa mengalami kenaikan yg signifikan, co: bbri +5.6% (berarti +1% dari prev -4.67% + 5.6%) karena bandar melakukan adjustment nilai market atas saham ini, loh koq begitu ? logikanya begini guys, lebih enak jaga ketika market bearish atau dorong ketika market bagus ? lebih enak dorong ketika market bagus, alokasi anggarannya lebih kecil vs menjaga market kala bearish, begitu sahamnya diam, maka seller akan muncul kembali. Ketika market kondusif, bandar bisa dorong beli jual diatas lanjut lagi dorong diatas jual lebih atas lagi, tp disaat market bearish begitu bandar nahan berarti harga dibawah kan, begitu naik dikit kalo bandarnya ikut jualan saham bisa kembali ke harga beli bandar. Jadi posisinya bandar hanya pasrah beli doang.

Warren Buffett berkata “Belilah ketika semua orang Takut dan Juallah ketika semua orang pada membeli”.

#BBRI terkoreksi krn aksi korporasi #right nya.

#kafein notes on rencana korporasi #Right apapun, inilah kali kedua kafein membahas mekanisme ngawur right di market*.

*Yang harus dipahami oleh ritel*
Right yg benar memang seharusnya adalah dibawah harga market saham tsb.

*ini teori yg benar*
Misi dari penerbitan Right adalah agar saham right diserap(dieksekusi) oleh seluruh investor, jadi *_harga exercise right yg benar mmg seharusnya adalah dibawah harga pasar sahamnya_*, agar nasabah dgn senang hati menebus right tentu saja harus profit (karena nasabah membantu dgn mengalokasikan dana tambahan untuk menebus right tsb).

*Realita*
Respon pasar jelek,karena berarti harga sahamnya tidak bakalan naik.

*Realita yg disukai pasar*
Harga exercise Right harus diatas harga saham tsb, agar orang berniat membeli saham itu dan kemudian menebusnya. Ini adalah teori orang keblinger, right itu mmg diperuntukan bagi yg sudah punya, bukan bagi org yg belum punya.

Kalau harga right #bbri bisa sampai ke harga tsb, yah teman2 beli aja, emg kapan lagi bisa dapat di 3100 atau bahkan bagi yg keblinger jual di 1500, makasih bgt loh, kita pom pom beli saja.

Dan sbg penutup, emg kalo bbri di harga 3100, #idx di level berapakah (#idx bisa dikisaran 5500an)? #bbri adalah top marketcaps no #2, tentu saja koreksi yg terjadi berimbas cukup signifikan bagi #idx.

*News: Holding Ultra Mikro, Ini Prediksi Harga Rights Issue BRI*

Sedangkan dari kabar yang beredar di kalangan para pelaku pasar sendiri harga penebusan RI BBRI kali ini akan berada di kisaran satu hingga dua kali nilai buku BBRI saat ini atau di angka Rp 1.554/unit hingga Rp 3.108/unit.

https://www.cnbcindonesia.com/market/20210615114817-17-253196/holding-ultra-mikro-ini-prediksi-harga-rights-issue-bri

Market selalu berubah

#kafein *#RememberThis* *#MarketSelaluBerubah*

*Pertanyaannya adalah apakah anda berubah ?*

*It was :*
Kita  tahu dahulu kalau market memburuk, emas akan menguat.
Kita tahu dulu ketika USD menguat, market akan melemah, emas akan turun.

*And now :*
Market naik.
Dow…….34036  +305.1     +0.90%
S&P 500..4170  +45.8        +1.11%
IDX…..6079.50   +29.23      +0.48%

Usd dollar.
USDIndx …..91.6710  +0.3450  +0.38%
*IDR…..14615.00  +12.50 +0.09%*

Emas naik.
Gold …..1764.30    +28.00   +1.61%

Jgnkan orang, market pun yg komponen didalamnya berisi psikologis org berubah, mungkin permanen atau mungkin juga hanya #outofthebox.

Hanya satu yg bisa membuktikannya kelak #itstime.

Yg terpenting adalah bgmana kita melihat perubahan tersebut dan bisa mengaplikasikannya, bkn mengikuti secara kaku. Seperti kita disekolah diajarkan teori, didunia luar teori yg kita ketahui blm tentu bisa dipakai, hrs dipilih2 mana yg bisa dipakai, mana yg hrs diubah dan mana yg sudah tidak uptodate.

Sekian and good morning.

Indonesia, 16 Apr 2021

Apa yg anda ikuti #dow or #S&P500 ?

#kafein, nah jika bursa US hingga bursa eropa bergerak seperti ini, apa yg anda ikuti ?

Dow…….26680 +8.9 +0.03%
Nasdaq..10767 +263.9 +2.51%
*S&P 500..3252 +27.1 +0.84%*

FTSE…….6262 -28.8 -0.46%
Dax………13047 +127.3 +0.99%
CAC………5093 +23.8 +0.47%

EIDO….18.60 -0.24 -1.27%
EEM……43.32 +0.55 +1.29%

Mari kita bedah :
#dow hanya berisi 30 emiten
#nasdaq berisi emiten2 teknologi
#s&p500 berisi 500 emiten dari berbagai sektor.

Nah, skrg anda tahu kenapa #kafein lbh suka menunjuk kepada S&P500 yg mungkin akan lebih mewakili pergerakan keseluruhan sektor penggerak ekonomi US.

#ftse volatilitasnya seringkali lbh baik dibandingkan kedua bursa eropa lainnya.

sdgkan eido yg seharusnya jg bergerak mirip dgn eem, malah kdg bergerak ekstrem dan juga seringkali bergerak berbeda dgn idx, krn terkdg tergantung siapa yg mengikuti siapa.

Terkdg eido telat dgn mengikuti pergerakan idx, terkadang esok harinya bursa asia sdh lebih tenang dan membaik sehingga idx kita bisa positif dan akan diikuti oleh eido malamnya.

learnfr_lkh

1 Jam dinner dengerin Celetukan Jleb dari Pak Lo Kheng Hong

95% Pengusaha Indonesia kalau investasi saham, berani rugi, takut untung.

Untung dikit langsung tarik, jarang yang berani simpan 10-20 tahun kedepan.

Ibarat beli saham selembarnya dulu hanya Rp 1200, sekarang Rp 140.000, Kalau rajin nabung, tiap punya sisa uang dibelikan saham, anggap terkumpul 100.000 lembar saja senilai 120 juta di tahun 2000 Lalu tidur 20 tahun gak ngapa-ngapain, nilainya sekarang sudah 14 M

LKH bercerita, saya dulu kerja jadi pegawai bank bagian tata usaha, 10 tahun gak naik naik pangkat.. sampai akhirnya pindah ke surabaya, ada bank baru buka dan berbaik hati memberikan gaji 2x lipat dari bank sebelumnya, gaya hidup saya tetap tidak berubah, hidupnya selalu hemat, sisa gaji selalu dibelikan saham, untuk disimpan saja. dan Pak Lo,

Sesederhana itu. Beli, simpan, beli simpan. Apa rahasianya tau saham perusahaan yang dibeli ini akan bertumbuh? Harus teliti analisa laporan keuangan mereka, baik dari kuantitatif maupun kualitatifnya.

Pak Lo rutin membaca 4 koran yang datang ke rumah setiap hari, laporan keuangan perusahaan dan data statistik pasar modal. Kalau buat yang awam dan nggak begitu ngerti bacanya, minimal banget fokus ke laporan laba-nya.

Pak Lo, gayanya sangat sederhana, kemana-mana naik taxi online, supir pun gak ada. Jam tangan pun beliau memperlihatkan jam Seiko-nya yang dibeli 10 tahun lalu senilai 600ribu. “Jamnya belum rusak-rusak, masa saya buang haha, lucunya pialang saham saya saja jam tangannya 600 juta hahaha, kalau saya 600 juta mending saya belikan saham” Saya lebih menyukai membeli barang yang nilainya makin lama makin tinggi, bukan makin turun seperti layaknya mobil mewah.

Pak Lo berpendapat bahwa menjadi seorang investor saham itu bisa membuat kaya, meskipun dia tidur saja, karena dia punya perusahaan publik yang harga sahamnya selalu meningkat dan menghasilkan laba besar. Pada tahun 2012 pak Lo memiliki aset berupa saham bernilai Rp 2,5 triliun

Ada 5 hal yang orang lain miliki yang TIDAK saya miliki: Kantor, karyawan, partner/bos, customer, dan hutang.

Pak Lo mempelajari investasi saham dari Warren Buffett. Secara otodidak dengan membaca buku-buku tentang investasi Warren Buffett sejumlah koleksi 40 buku Warren Buffett .

Tidak pernah membeli emas. Ia percaya emas tidak produktif. Jika menyimpan emas 1 kg, maka 10 tahun lagi tetap 1 kg Tidak membeli dolar. Ia meyakini bahwa orang yang menyimpan dolar umumnya mengharapkan hal yang buruk terjadi, krisis ekonomi, negara tidak stabil, agar rupiah melemah dan dia memperoleh keuntungan.

Tidak menaruh uang dalam jumlah besar di rekening bank. Hanya secukupnya saja. Ia meyakini meyimpan uang di bank itu rugi, karena bunganya kecil.

Pak Lo memiliki beberapa prinsip untuk membeli saham, yaitu Pertama, lihat manajemennya apakah dikelola orang yang jujur, profesional, berintegritas, dan dikagumi. Kedua, perhatikan usahanya. Di masa depan akan seperti apa bisnis itu?. Kita bisa lihat masa lalunya dalam jangka panjang misalnya 5-10 tahun ke belakang. Ketiga, cari perusahaan yang labanya besar melalui profit margin dan ROE. Keempat, pilih perusahaan yang terus bertumbuh dalam jangka panjang. Kelima, cermati valuasi dari PER (price earning ratio) atau PBV (price to book value), bandingkan dengan kompetitornya.

Ketika memutuskan investasi, pahami secara menyeluruh apa yang kita invest. Belilah yang murah. Kesempatan emas untuk membeli saham bagus dengan harga murah tentu saja di tengah kondisi krisis. Ikuti prinsip Warren Buffett, be greedy when the others are fearful

Pembicaraan diakhiri dengan guyon dari pak Hermanto Tanoko yang bilang “Akhirnya malah Pak Lo beli rumah bersebrangan dengan rumahnya Warren Buffet ya” Yang dijawab dengan tertawa namun sangat humble “Sepertinya memang rumah yang kosong dan dijual itu sudah disimpenin sama Tuhan buat saya, semua yang terjadi di saya, adalah berkat dari Tuhan”