Analisa demand – Supply

Saham = Spekulasi, ini jelas adalah sesuatu yg salah dari awal dan hanya dikatakan oleh orang2 yg memang pada dasarnya suka berspekulasi seperti main kartu ataupun tidak berminat di dunia investasi yang hanya menyukai pendapatan yg jelas dan tetap.. Kalo kita main kartu, itu adalah sesuatu hal yg jelas selain “keberuntungan” bagaimana anda bisa menang jika kartu anda buruk, itu jelas adalah sesuatu yg tidak mungkin, tapi seandainya anda masih bisa menang, itu jelas adalah sebuah KEBERUNTUNGAN, sedangkan jika anda mendapat kartu bagus, memang anda seharusnya menang, tapi jika anda mengalami kekalahan itu jelaslah suatu KEBODOHAN..
 
Sedangkan di saham, ada begitu banyak saham di pasar, ada yg naik dan pasti juga ada yg turun, nah yg kita perlukan adalah kapan waktu yg tepat untuk harus membeli dan menjual, seberapa besar kita bisa menyerap saham tersebut, dan yg terakhir seberapa lama kita harus menyimpan saham tersebut.. Nah sebagai  bagi anda, inilah hal2 yg harus anda pelajari dan tentukan alat bantu mana yg anda sukai :

Analisa Fundamental

Analisa ini mempergunakan data2 yg dipublish oleh emiten untuk memperhitungkan target harga saham2 tersebut di masa2 yang akan datang.. Analisa ini berarti untuk mid to long term, hanya sayangnya analisa ini tidak mengukur di harga berapa kita dapat membeli, dan analisa ini suka berubah terlalu signifikan.. Harga beli di ukur dari persentase target harga yg akan dicapai, apakah layak atau tidak..

Analisa Teknikal

Analisa ini mengunakan chart dari saham2 untuk memperhitungkan entri level dan exit level, analisa ini juga dapat mengukur target harga untuk jangka panjang beserta tingkat keberhasilan dan kegagalannya, sering dianggap analisa ini hanya untuk jangka pendek dikarenakan rekomendasinya yg bisa berubah cepat dari buy menjadi sell, ataupun sebaliknya. Hal ini diakibatkan karena analisa ini mempergunakan sinyal2 chart dan pola yg terjadi..

Analisa Demand-Supply

Nah inilah dia analisa (menurut opini saya) yg sering dipakai oleh investor kita, analisa ini hanya layak dipakai untuk trading dan lebih baik bila dikombinasikan dengan analisa yg lain.. Analisa ini mempergunakan data2 volume yg terbentuk diposisi bid – offer serta trade-done ataupun dari cara volume beli atau jualnya, untuk mengambil keputusan beli dan jual.. Bila bid tebal maka kita akan ikut mengantri ataupun langsung membeli di harga offer, demikian pula jika ingin menjual kita akan mendiskon di 1-2 level dibawah offer yg tebal, atau kalo ada suatu offer dimakan oleh 1-2 broker lgs habis, maka itu waktunya untuk beli, demikian pula dengan sebaliknya..

Demikianlah pendapat saya, sekarang tergantung mana yg akan anda ikuti.. Apapun yg anda pilih, haruslah menjadikan anda yg lebih baik dalam dunia investasi, dan berbagilah bersama sehingga bersama dapat kita jadikan market kita yg lebih bersahabat dan mandiri..
BERSAMA KITA UNTUNG