Category Archives: News

All About SMBR

publish on 08:49

1.TP FR PEFINDO IDR 540

2.PE PER SEKTOR : SMBR 14.81X , SMGR 17.54X, INTP16.95, SMCB 22.74X

3. 15 APRIL -CUM DEV SMBR IDR 7,9334

4. HOW BATURAJA GETS HIGH GROWTH AMID STAGNANT MARKET? HOW DOES IT FACE THE TIGHT MARKET THIS YEAR?

Cement producer PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) is highly optimistic to grow by 20% this year though national consumption of cement is predicted to rise by not more than 6% this year. It expects sales volume of 1.5 million tonnes in 2014, growing 19% in line with recent demand increase in the last quarter 2013 and the operation of the 750,000-capacity new cement mill. Though its national market share is still small, compared to 63 million tonnes consumption last year, it dominates the market in South Sumatera. Semen Baturaja recorded sales Rp1.17 trillion in 2013, a 6.5% increase from that or the earlier year. Sales volume was 1.26 million tonnes, rising 2% while average selling price was up 4% to Rp925,713 per tonne.

SEE MORE : (Source: PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) President Director Pamudji Rahardjo)

5.SMBR akan melakukan pembebasan lahan sekitar 500 hektare dengan anggaran Rp50 miliar sebagai implikasi dari rencana pembangunan pabrik Baturaja III di Sarolangun, Jambi. Perseroan nantinya membutuhkan lahan hingga 5.000 hektare,

6.Bisnis Indonesia “Baturaja Finalisasi Tender” (SMBR)

[author : ls/yu14042014]

Disclaimer: This broadcast is for informational purposes and should not be construed as a solicitation or offer to buy or sell securities or related financial instruments

Kapitalisasi BANK : Asean

1.DBS Singapura senilai US$32,2 miliar,
2.Maybank Malaysia sebesar US$26,2 miliar,
3.OCBC Singapura senilai US$ 26,1 miliar,
4.UOB Singapura senilai US$26 miliar,
5.BCA yang mencatatkan kapitalisasi sebesar US$22 miliar.
6.BBRI Kapitalisasi saham mencapai US$20,4 miliar atau Rp238 triliun.
7.Public Bank Malaysia dengan kapitalisasi US$20,3 miliar,
8.CIMB US$17,6 miliar
9.SCB Thailand yang membukukan kapitalisasi sebesar US$15,4 miliar.

BI: Jisdor lebih akurat dan transparan dari NDF

The Association of Banks in Singapore (ABS) memutuskan untuk tidak melanjutkan penetapan kontrak rupiah di pasar non deliverable forward (NDF) kemarin (19/2). Para investor pun harus menggunakan nilai tukar acuan yang dirilis Bank Indonesia (BI) yakni Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) dalam bertransaksi. Alasan ABS tidak mau lagi menggunakan NDF adalah karena selisih rupiah di pasar onshore dan offshore semakin mengecil.

Menurut ABS, nilai acuan rupiah di pasar offshore tidak lagi dipublikasikan per 28 Maret mendatang.BI menyambut positif keputusan ABS. Perubahan haluan ke Jisdor ini berarti kepercayaan investor akan transaksi rupiah yang dilakukan otoritas moneter Indonesia ini semakin meningkat. Kepercayaan pasar tinggi terhadap BI.Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengatakan Jisdor adalah salah satu acuan untuk melakukan transaksi valas. Data rupiah yang disajikan dalam Jisdor adalah betul-betul hasil transaksi yang sebenarnya ada di pasar dan tidak ada campur tangan BI.Keadaan ini bertolak belakang dengan NDF. NDF hanya berdasarkan perkiraan pasar dan tidak nyata. Jisdor lebih akurat dan transparan Perihal perubahan NDF ke Jisdor inilah yang kemudian menghembuskan kabar positif bagi nilai mata uang Garuda.

Menurut Tirta, menguatnya nilai tukar rupiah yang terjadi sekarang ini selain faktor Jisdor, adalah karena membaiknya fundamental ekonomi Indonesia dalam soal defisit transaksi berjalan.

http://nasional.kontan.co.id/news/bi-jisdor-lebih-akurat-dan-transparan-dari-ndf

ROUBINI :Rendah, Risiko Krisis di `Fragile Five`

publish on 08:13
Ekonom Nouriel Roubini berpendapat, ancaman krisis yang disebabkan kejatuhan mata uang, utang pemerintah dan krisis perbankan di lima negara yang belakangan ini kerap disebut “Fragile Five”; India, Indonesia, Brazil, Turki dan Afrika Selatan, tetap rendah.

“Semua negara itu mempunyai sistem nilai tukar yang fleksibel, cadangan devisa cukup besar yang melindungi mata uang dan perbankan mereka, serta lebih sedikit mengalami mismatches (misalnya, banyak meminjam mata uang asing untuk mendanai investasi aset dalam mata uang lokal),” papar ‘Dr Doom’ Roubini.

“Banyak juga yang memiliki sistem perbankan yang lebih baik. Meskipun rasio utang publik dan swasta meningkat namun masih rendah dengan sedikit risiko gagal bayar,” ungkap Roubini lewat tulisan di situs Project Syndicate, yang dikutip cnbc.com.(3/2).

Menurut profesor Stern Scool of Business, New York University dan pimpinan Roubini Global Economics itu, optimisme terhadap emerging market “kemungkinan besar memang benar” dengan fundamental ekonomi jangka menengah yang umumnya melimpah, seperti urbanisasi, industrialisasi dan kenaikan jumlah konsumen.

Namun demikian, Roubini mengingatkan bahwa satu atau dua tahun ke depan, emerging market akan mengalami perjalanan lebih berat karena pemerintahnya akan menerapkan kebijakan yang lebih ketat. “Kebijakan jangka pendek yang dihadapi banyak negara ini akan tetap buruk – celakalah bila mereka memperketat kebijakan moneter dan fiskal dengan cepat, dan celakalah jika tidak melakukannya,” ungkap Roubini.(CNBC)

15 Perusahaan dgn free-float dibawah 7.5%

Dari pantauan KONTAN ada 15 perusahaan yang jumlah saham di bawah 7,5%.

Nama Emiten %
BNII – PT Bank Internasional Indonesia Tbk 2.71
COWL – PT Cowell Development Tbk 6.68
DVLA – PT Darya Varia Labor Tbk 7.34
BNGA – PT Bank CIMB Niaga 3.08
GDYR – PT Goodyear Indonesia Tbk 5.98
SMAR – PT Smart Tbk 2.80
PSAB – PT J. Resources Asia Pasifik Tbk 5.40
MIRA – PT Mitra International Resource Tbk 5.38
SMCB – PT Holcim Indonesia Tbk 4.32
HMSP – PT Sampoerna Indonesia Tbk 1.82
BYAN – PT Bayan Resources Tbk 5.00
ADMF – PT Adira Dinamika Multifinance Tbk 5.00
DNET – PT Indoritel Makmur Internasional Tbk 7.05
TPMA – PT Trans Power Marine Tbk 3.23
RMBA – PT Bentoel International Tbk 1.04


Editor: Avanty Nurdiana

sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/ini-daftar-emiten-yang-sahamnya-di-bawah-75/?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter