Category Archives: News

Kalender Bursa 2016

Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2016. Ditetapkan di Jakarta, 25 Juni 2015

Hari Libur Nasional Tahun 2016:
- 1 Januari (Jum’at): Tahun Baru 2016 Masehi
- 8 Februari (Senin): Tahun Baru Imlek 2567 Kongzili
- 9 Maret (Rabu): Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1938
- 25 Maret (Jum’at): Wafat Isa Al-Masih
- 1 Mei (Minggu): Hari Buruh Internasional
- 5 Mei (Kamis): Kenaikan Yesus Kristus
- 6 Mei (Jum’at): Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW
- 22 Mei (Minggu): Hari Raya Waisak 2560
- 6 & 7 Juli (Rabu & Kamis): Hari Raya Idul Fitri 1437 H
- 17 Agustus (Rabu): Hari Kemerdekaan RI
- 12 September (Senin): Hari Raya Idul Adha 1437 H
- 2 Oktober (Minggu): Tahun Baru Islam 1438 H
- 12 Desember (Senin): Maulid Nabi Muhammad SAW
- 25 Desember (Minggu): Hari Raya Natal

Cuti Bersama Tahun 2016:
- 4,5 dan 8 Juli (Senin, Selasa dan Jum’at): Hari Raya Idul Fitri
- 26 Desember (Senin): Hari Raya Natal

Inilah Rencana Daftar Emiten Buy Back

BUMN : TLKM PGAS PTBA SMGR
BMRI BBRI BBTN

SWASTA : CTRA , DILD , MPMX, PWON
ASRI , BEST , ACES , BSDE,
ADRO , LSIP ,SIMP ,ITMG ,SSIA

Selain program buy back 10 T , Pemerintah melalui Menteri BUMN mendukung 3 lembaga untuk masuk kedalam pasar saham dan uang. 3 institusi tersebut adalah BPJS , IIC dan DAPEN.

note : BMRI, BBNI ga bisa buy back lagi karena udah mentok 60% kepemilikan saham pemerintah.

Persetujuan Buyback Saham

Breaking News

JK Instruksikan BuyBack Saham

Sabtu , 22 Agustus 2015
Editor : Sofyan winarto

Jakarta – Jusuf Kalla akan panggil Rini soewandi untuk menginstruksikan BUMN yang sudah melantai di bursa untuk melakukan Buyback saham.Jusuf Kalla meyakinkan bahwa ekonomi Indonesia tidak akan terpuruk seperti krisis 1998 di mana kala itu bersumber pada Bank yg dipakai oleh pemiliknya sendiri. Ini sangat beda,karena bank kita kuat. Untuk itu pemerintah mendukung Bumn yang mempunyai likuiditas dan sahamnya telah terpuruk untuk segera melakukan Buy Back.

Selain itu Jamsostek jg di libatkan dalam program ini. Hal ini sesuai kesepakatan bersama OJK guna menindak lanjuti penurunan saham akhir2 ini. OJK telah resmi menerbitkan Buy Back tanpa RUPS yang berlaku mulai pekan depan. Pihak Bei menyambut positif peraturan ini dan akan segera menghimbau emiten swasta yang lain untuk berpartisipasi. Sebelumnya Direktur komunikasi OJK, M Jufrin mengatakan OJK telah bertemu dengan 200 emiten

Menteri Keuangan ,Bambang Brodjo mengatakan gejolak market dan nilai rupiah sudah irasional karena tidak menciptakan foundamental dan Bank Indonesia juga telah menyiapkan langkah2 untuk menjaga Rupiah dengan melakukan intervensi dan pinjaman likuiditas bank central China, Korea dan Jepang yg sewaktu2 bisa di pakai dalam menjaga gejolak market. Menteri keuangan berharap langkah Buyback ini adalah langkah utama pemerintah dan masih ada kebijakan lainnya yang akan membuat stimulus perekonomian lainnya.


Source : copasan bbm

Agenda Ekonomiag

AGENDA EMITEN & EKONOMI :
 
25 Mei
• CumDate Deviden KLBF Rp.19
• RUPS : ESSA
• PublicExpose : MAPI, PYFA

26 Mei
• CumDate Deviden FASW Rp.15
• CumDate Deviden MLBI Rp. 138
• CumDate Deviden MYOH US$0,00363
• CumDate Deviden SILO Rp.5,2
• CumDate Deviden SMCB Rp.31

• PublicExpose : BBKP, MIDI, MREI, SMDR

27 Mei
• CumDate Deviden ACES Rp.16
• CumDate Deviden BMTR Rp.25
• CumDate Deviden DNET Rp.2
• CumDate Deviden GEMA Rp.7
• CumDate Deviden MKPI Rp.223,7
• CumDate Deviden MNCN Rp.63
• CumDate Deviden PGLI Rp.2
• CumDate Deviden SQBB Rp.16000
• CumDate Deviden SQBI Rp.16000


6 Langkah Jokowi Supaya Rupiah ‘Perkasa’

Pemerintahan Jokowi akhirnya mengumumkan paket kebijakan ekonomi, untuk stabilisasi nilai tukar rupiah dan mengurangi defisit transaksi berjalan (current account deficit). Meski begitu, paket kebijakan ini baru akan berjalan pada akhir April 2015.

Menteri-menteri Kabinet Kerja mengumumkan paket kebijakan ekonomi perdana pemerintahan Jokowi, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (16/3/2015). Hadir dalam pengumuman ini adalah Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri Pariwisata Arief Yahya, serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago.

1) Kebijakan pertama adalah terkait insentif pajak. Ada pengurangan Pajak Penghasilan (PPh) atau tax allowance bagi perusahaan yang menahan dividennya dan melakukan reinvestasi.

Tax allowance untuk perusahaan yang investasi dividen di Indonesia, perusahaan yang ciptakan lapangan kerja, perusahaan yang export oriented, dan perusahaan yang investasi di research and development.

Insentif pajak lainnya adalah terkait Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk industri galangan kapal. Tujuannya adalah untuk menekan biaya logistik.

2) Kebijakan kedua adalah terkait bea masuk untuk mengurangi impor dan melindungi industri dalam negeri.

Kebijakan tentang Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) dan Bea Masuk Tindak Pengamanan Sementara (BMTPS) terhadap produk impor yang unfair trade. Dalam rangka melindungi industri dalam negeri.

3) Kebijakan ketiga adalah, pembebasan visa bagi wisatawan asing dari 30 negara. Dengan begitu, Indonesia sudah membebaskan visa bagi turis dari 45 negara.

4) Kebijakan keempat adalah, kewajiban pencampuran Bahan Bakar Nabati (BBN) sebanyak 15% untuk Solar.

5) Kelima adalah kewajiban menggunakan Letter of Credit (L/C) untuk produk-produk sumber daya alam. Misalnya batu bara, migas, atau minyak sawit mentah (CPO). Namun, pemerintah memberi pengecualian bagi kontrak-kontrak jangka panjang.

6) Keenam adalah, pembentukan perusahaan reasuransi domestik. Menurut Sofyan, reasuransi adalah salah satu penyumbang defisit transaksi berjalan.

Menurut Sofyan, paket kebijakan ini akan efektif berlaku sekitar akhir April 2015. Butuh proses administrasi dan sebagainya, mungkin baru berlaku akhir bulan depan.

http://finance.detik.com/read/2015/03/16/183536/2860321/4/6-langkah-jokowi-supaya-rupiah-perkasa-