Category Archives: News

PROGRAM BUYBACK di tahun 2016

PROGRAM BUYBACK

ITMG : Periode buyback 26 Februari 2016 – 25 Mei 2016

BTPN : Periode buyback 23 Februari 2016 – 23 Mei 2016

SGRO : Periode buyback 23 Februari 2016 – 22 Mei 2016

NRCA : Periode buyback 01 Desember 2015 – 29 Februari 2016

MSKY : Periode buyback 28 Juli 2015 – 28 Januari 2017

HRUM : Periode buyback 1 Juni 2015 – 30 November 2016

PLIN : Periode buyback 26 Februari 2016 – 25 Mei 2016

[source » LSA]

Rencana Publikasi LK FY-2015 Emiten

26 JAN BBRI

29 JAN BBNI, BJTM

05 FEB JSMR, EXCL

11 FEB BMRI

17 FEB LPPF, ELSA

18 FEB ITMG

24 FEB ARNA, DEWA

25 FEB AALI, ADHI, AUTO, WSKT

26 FEB ASGR, ASII, JPFA, UNTR, INCO, LSIP, BBTN, SMBR, SIMP

01 MAR ANTM

03 MAR SMGR, PTPP, PTBA

04 MAR MPPA, TINS, BBCA, KAEF, PGAS

08 MAR SMCB, TLKM, BJBR, INAF

10 MAR WTON, ADRO

11 MAR KRAS

16 MAR TOTL, WIKA, BSDE, ACST

18 MAR INTP, HMSP, INDF, AKRA, ICBP

21 MAR GIAA

23 MAR SRIL

24 MAR BNBR, INKP, PWON, TKIM, MDLN, LPKR, MTLA, LPCK, TBLA, SCMA, ROTI, SSMS

28 MAR APLN

30 MAR CPIN, GJTL, GGRM, KLBF, MYOR, MTDL, MDRN, PBRX, TOTO, BUMI, MLPL, PNLF, SMRA, ULTJ, KIJA, SIPD, SSIA, BKSL, AISA, BHIT, CTRS, DSFI, BBKP, ENRG, SGRO, ERAA, TELE, BEST, NIRO, TAXI, ASSA, SOCI

31 MAR DMAS, MIKA

Seminar Mentor #kafein

Program BUY BACK Emiten 2015

PROGRAM BUY BACK EMITEN di TAHUN 2015

source : DANAREKSA/od

DPR Setujui PMN Rp34,318 triliun, Berikut 23 BUMN Disetujui…

Oleh Dhanu Akbar 6 Oktober 2015 4:30 PM

LINK » http://www.aktual.com/dpr-setujui-pmn-rp34318-triliun-berikut-23-bumn-disetujui/

Jakarta, Aktual.com — Komisi VI DPR RI telah menyetujui usulan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada 23 BUMN dengan nilai total mencapai Rp34,318 triliun.

“Pemberian PMN (tunai) dalam APBN TA 2016 kepada BUMN diprioritaskan bagi program pemerintah yang berguna untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Persetujuan pemberian PMN dalam APBN TA 2016 difokuskan untuk pembangunan infrastruktur dan kedaulatan energi, kedaulatan pangan, serta program keberlangsungan kredit usaha rakyat dan UMKM,” kata Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Dodi Reza Alex Noerdin saat membacakan hasil putusan rapat kerja Komisi VI bersama Kementerian BUMN di gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (6/10).

Dodi juga menegaskan, untuk pemberian PMN non tunai disetujui dengan catatan harus terlebih dahulu melalui audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk tujuan tertentu.

Sementara itu, Komisi VI menolak usulan suntikan modal Reasuransi senilai Rp500 miliar. Menteri BUMN Rini Soemarno pun mengajukan agar PMN Reasuransi dapat dialokasikan ke Perumnas dan PTPP dengan nilai masing-masing sebesar Rp250 miliar guna mendukung program 1 juta rumah. Setelah melalui diskusi singkat, maka Komisi VI pun sepakat dengan usulan realokasi tersebut.

Berikut 23 BUMN penerima PMN yang disetujui:

1. PPI Rp1 triliun
2. Wijaya Karya Rp4 triliun
3. Pelindo III 1 triliun
4. Pertani Rp500 miliar (dari Rp250 miliar, namun PMN Sang Hyang Seri senilai Rp250 miliar dialihkan ke Pertani).
5. Askrindo Rp500 miliar
6. Jamkrindo Rp500 miliar
7. BPUI Rp500 miliar
8. Perkebunan Nusantara I Rp25,452 miliar (non tunai)
9. PTPN VIII Rp32,774 miliar (non tunai)
10. Bulog Rp1 triliun
11. RNI Rp692,5 miliar (non tunai)
12. Perikanan Nusantara Rp29,396 miliar (non tunai)
13. AP II Rp2 triliun
14. Jasa Marga Rp1,250 triliun
15. Inka Rp1 triliun
16. Pelni Rp564,8 miliar (non tunai)
17. Amarta Karya Rp32,148 miliar (non tunai)
18. Perumnas Rp235,410 miliar (non tunai) dan Rp250 miliar (tunai)
19. Hutama Karya Rp3 triliun
20. PT PP Rp2,250 triliun
21. PLN Rp10 triliun
22. Krakatau steel Rp1,5 triliun (tunai) dan Rp956,490 miliar (non tunai)
23. Barata Indonesia Rp500 miliar