Category Archives: Education

Market selalu berubah

#kafein *#RememberThis* *#MarketSelaluBerubah*

*Pertanyaannya adalah apakah anda berubah ?*

*It was :*
Kita  tahu dahulu kalau market memburuk, emas akan menguat.
Kita tahu dulu ketika USD menguat, market akan melemah, emas akan turun.

*And now :*
Market naik.
Dow…….34036  +305.1     +0.90%
S&P 500..4170  +45.8        +1.11%
IDX…..6079.50   +29.23      +0.48%

Usd dollar.
USDIndx …..91.6710  +0.3450  +0.38%
*IDR…..14615.00  +12.50 +0.09%*

Emas naik.
Gold …..1764.30    +28.00   +1.61%

Jgnkan orang, market pun yg komponen didalamnya berisi psikologis org berubah, mungkin permanen atau mungkin juga hanya #outofthebox.

Hanya satu yg bisa membuktikannya kelak #itstime.

Yg terpenting adalah bgmana kita melihat perubahan tersebut dan bisa mengaplikasikannya, bkn mengikuti secara kaku. Seperti kita disekolah diajarkan teori, didunia luar teori yg kita ketahui blm tentu bisa dipakai, hrs dipilih2 mana yg bisa dipakai, mana yg hrs diubah dan mana yg sudah tidak uptodate.

Sekian and good morning.

Indonesia, 16 Apr 2021

Apa yg anda ikuti #dow or #S&P500 ?

#kafein, nah jika bursa US hingga bursa eropa bergerak seperti ini, apa yg anda ikuti ?

Dow…….26680 +8.9 +0.03%
Nasdaq..10767 +263.9 +2.51%
*S&P 500..3252 +27.1 +0.84%*

FTSE…….6262 -28.8 -0.46%
Dax………13047 +127.3 +0.99%
CAC………5093 +23.8 +0.47%

EIDO….18.60 -0.24 -1.27%
EEM……43.32 +0.55 +1.29%

Mari kita bedah :
#dow hanya berisi 30 emiten
#nasdaq berisi emiten2 teknologi
#s&p500 berisi 500 emiten dari berbagai sektor.

Nah, skrg anda tahu kenapa #kafein lbh suka menunjuk kepada S&P500 yg mungkin akan lebih mewakili pergerakan keseluruhan sektor penggerak ekonomi US.

#ftse volatilitasnya seringkali lbh baik dibandingkan kedua bursa eropa lainnya.

sdgkan eido yg seharusnya jg bergerak mirip dgn eem, malah kdg bergerak ekstrem dan juga seringkali bergerak berbeda dgn idx, krn terkdg tergantung siapa yg mengikuti siapa.

Terkdg eido telat dgn mengikuti pergerakan idx, terkadang esok harinya bursa asia sdh lebih tenang dan membaik sehingga idx kita bisa positif dan akan diikuti oleh eido malamnya.

learnfr_lkh

1 Jam dinner dengerin Celetukan Jleb dari Pak Lo Kheng Hong

95% Pengusaha Indonesia kalau investasi saham, berani rugi, takut untung.

Untung dikit langsung tarik, jarang yang berani simpan 10-20 tahun kedepan.

Ibarat beli saham selembarnya dulu hanya Rp 1200, sekarang Rp 140.000, Kalau rajin nabung, tiap punya sisa uang dibelikan saham, anggap terkumpul 100.000 lembar saja senilai 120 juta di tahun 2000 Lalu tidur 20 tahun gak ngapa-ngapain, nilainya sekarang sudah 14 M

LKH bercerita, saya dulu kerja jadi pegawai bank bagian tata usaha, 10 tahun gak naik naik pangkat.. sampai akhirnya pindah ke surabaya, ada bank baru buka dan berbaik hati memberikan gaji 2x lipat dari bank sebelumnya, gaya hidup saya tetap tidak berubah, hidupnya selalu hemat, sisa gaji selalu dibelikan saham, untuk disimpan saja. dan Pak Lo,

Sesederhana itu. Beli, simpan, beli simpan. Apa rahasianya tau saham perusahaan yang dibeli ini akan bertumbuh? Harus teliti analisa laporan keuangan mereka, baik dari kuantitatif maupun kualitatifnya.

Pak Lo rutin membaca 4 koran yang datang ke rumah setiap hari, laporan keuangan perusahaan dan data statistik pasar modal. Kalau buat yang awam dan nggak begitu ngerti bacanya, minimal banget fokus ke laporan laba-nya.

Pak Lo, gayanya sangat sederhana, kemana-mana naik taxi online, supir pun gak ada. Jam tangan pun beliau memperlihatkan jam Seiko-nya yang dibeli 10 tahun lalu senilai 600ribu. “Jamnya belum rusak-rusak, masa saya buang haha, lucunya pialang saham saya saja jam tangannya 600 juta hahaha, kalau saya 600 juta mending saya belikan saham” Saya lebih menyukai membeli barang yang nilainya makin lama makin tinggi, bukan makin turun seperti layaknya mobil mewah.

Pak Lo berpendapat bahwa menjadi seorang investor saham itu bisa membuat kaya, meskipun dia tidur saja, karena dia punya perusahaan publik yang harga sahamnya selalu meningkat dan menghasilkan laba besar. Pada tahun 2012 pak Lo memiliki aset berupa saham bernilai Rp 2,5 triliun

Ada 5 hal yang orang lain miliki yang TIDAK saya miliki: Kantor, karyawan, partner/bos, customer, dan hutang.

Pak Lo mempelajari investasi saham dari Warren Buffett. Secara otodidak dengan membaca buku-buku tentang investasi Warren Buffett sejumlah koleksi 40 buku Warren Buffett .

Tidak pernah membeli emas. Ia percaya emas tidak produktif. Jika menyimpan emas 1 kg, maka 10 tahun lagi tetap 1 kg Tidak membeli dolar. Ia meyakini bahwa orang yang menyimpan dolar umumnya mengharapkan hal yang buruk terjadi, krisis ekonomi, negara tidak stabil, agar rupiah melemah dan dia memperoleh keuntungan.

Tidak menaruh uang dalam jumlah besar di rekening bank. Hanya secukupnya saja. Ia meyakini meyimpan uang di bank itu rugi, karena bunganya kecil.

Pak Lo memiliki beberapa prinsip untuk membeli saham, yaitu Pertama, lihat manajemennya apakah dikelola orang yang jujur, profesional, berintegritas, dan dikagumi. Kedua, perhatikan usahanya. Di masa depan akan seperti apa bisnis itu?. Kita bisa lihat masa lalunya dalam jangka panjang misalnya 5-10 tahun ke belakang. Ketiga, cari perusahaan yang labanya besar melalui profit margin dan ROE. Keempat, pilih perusahaan yang terus bertumbuh dalam jangka panjang. Kelima, cermati valuasi dari PER (price earning ratio) atau PBV (price to book value), bandingkan dengan kompetitornya.

Ketika memutuskan investasi, pahami secara menyeluruh apa yang kita invest. Belilah yang murah. Kesempatan emas untuk membeli saham bagus dengan harga murah tentu saja di tengah kondisi krisis. Ikuti prinsip Warren Buffett, be greedy when the others are fearful

Pembicaraan diakhiri dengan guyon dari pak Hermanto Tanoko yang bilang “Akhirnya malah Pak Lo beli rumah bersebrangan dengan rumahnya Warren Buffet ya” Yang dijawab dengan tertawa namun sangat humble “Sepertinya memang rumah yang kosong dan dijual itu sudah disimpenin sama Tuhan buat saya, semua yang terjadi di saya, adalah berkat dari Tuhan”

Belajar dari kasus Narada Aset Manajemen

Kasus gagal bayar Narada AM terakhir ini menguncang market kita, hingga beberapa saham yg dikorelasikan/dikaitkan dgn permainan bandar mendapatkan tekanan jual yg masif.

Hal ini membuat penurunan yg sigfinikan dan berhari-hari, hal ini membuat analisa teknikal terkesan tak berguna karena penurunan yg terjadi bisa langsung autorejection bawah. Hal inilah makanya diperlukan robot, yg bisa langsung mengeksekusi jika harga saham menembus level harga yg sudah kita tentukan (mungkin).

Penurunan yg terjadi adalah sistematik yg menjalar ke banyak saham2 kecil, bahkan ada kerabat kafein yg mengaitkan dgn saham bumi hingga tmpi, yah jelas sangatlah beda kasusnya dimana dua ini adalah terjadi dan berefek pada saham itu saja.

Tapi penurunan yg terjadi pada saham2 spt envy pure jsky sqmi tgra irra, karena adanya beberapa penyebab seperti (1) ada institusi yg harus keluar untuk mendapatkan cash instant (2) mungkin ada bandar yg memancing di air keruh (3) panic selling (4) force sell investor margin/ritel T+2.

Hal ini tentu saja mendorong harga saham menjadi tidak rasional, bukan murah. Sehingga saham2 ini nantinya akan mencari keseimbangan harga baru alias mantul, sebelum menentukan pergerakan harga selanjutnya. Dan ini tentu saja menjadi kesempatan untuk meraup untung bagi trader yg jeli terlebih lagi kalo trader tsb tidak nyangkut di harga atas atau lebih bagus lagi jika masih memiliki modal untuk entri beli.

Kembali lagi ke bahasan produk Reksadana, dimana untuk investor yg tidak memiliki skill investasi baik waktu maupun pikiran tentu reksadana menjadi alternatif pilihan baginya utk berinvestasi di bursa, disini perlu kafein ingatkan untuk produk reksadana sebisa mungkin track record performanya di atas 5 tahun hingga lebih, paling singkat 3 tahun lah, dgn catatan return (1) sejajar dgn/diatas idx (2) diatas suku bunga hingga 18%. Return diatas ini akan semakin meningkatkan risiko. Apalagi jika reksadana (RD) tsb mengalami perubahan kinerja naik turun yg berfluktuasi, yg berindikasi bahwa RD ini lebih baik ditradingkan jangka pendek.

Kinerja reksadana yg anjlok

Belajar dari kasus ini, makanya investor haruslah tetap meningkatkan skill/kemampuannya dalam mengikuti market hingga pemilihan RD yg baik dan kredibel.

Ketahui dimana uang besar beredar

cnbc_saham

 
 
Ketika Index saham terkoreksi -1.7% dalam beberapa hari, dikabarkan Kapitalisasi Market #IDX menguat hingga 124 Triliun, ini bukanlah uang receh. Hal ini harusnya menjadi konsen/fokus bagi kita semua dimana uang besar beredar. Dimana lagi anda bisa mendapatkan uang dalam jumlah begitu besar, tanpa batas, apakah dari menabung, dari bekerja ?

Inilah yg dikatakan INVESTASI ini yg harus anda camkan dan pelajari dengan benar, memang butuh waktu, butuh keahlian, butuh pengorbanan (waktu untuk analisis, pelajari data-data saham tersebut) hingga survei ke emiten ybs. Tapi diatas ini semua yg terpenting adalah emosi dan kesabaran, tak ada sesuatu yg instan dalam meraih kesuksesan, hal ini pun juga berlaku dalam berinvestasi.

Begitu ilmu dan emosi anda benar, maka uang juga akan mengikuti anda.

Selamat berinvestasi dan belajar.

Salam Investasi Super Dashyat bagi anda semua.

Bambang Muliyadi