Isi saham Jiwasraya

Berikut daftar lengkap saham yang dimiliki Jiwasraya secara langsung di 2018:
1. Semen Batu Raja (SMBR),
2. Bank BJB (BJBR),
3. PP Properti (PPRO),
4. Waskita Beton Precast (WSBP),
5. GMF AeroAsia (GMFI).
6. Aneka Tambang (ANTM),
7. PP Presisi (PPRE),
8. Jasa Armada Indonesia (IPCM),
9. Wijaya Karya Bangunan Gedung (WEGE),
10. Jasa Marga (JSMR),
11. SMR Utama (SMRU),
12. Tugu Pratama Indonesia (TUGU).
13. Semen Indonesia (SMGR),
14. Adhi Karya (ADHI),
15. Perusahaan Gas Negara (PGAS),
16. Waskita Karya (WSKT),
17. Wijaya Karya (WIKA),
18. Indocement Tunggal Prakarsa (INTP),
19. PT PP (PTPP),
20. Alam Sutera Realty (ASRI),
21. Wijaya Karya Beton (WTON),
22. Surya Semesta Internusa (SSIA),
23. Gajah Tunggal (GJTL).
24. Wintermar Offshore Marine (WINS),
25. Timah (TINS),
26. Surya Citra Media (SCMA),
27. LinkNet (LINK),
28. XL Axiata (EXCL),
29. Multipolar (MLPL)
30. Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST)

Beberapa Saham gorengan yang dimiliki Jiwasraya kini telah menjadi aset dasar (underlying) investasi reksa dana alias tidak investasi saham langsung :

1. PT Prima Cakrawala Abadi Tbk (PCAR)
2. PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP)
3. PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE)
4. PT Pool Advista Finance Tbk (POLA)
5. PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM).

 

Sumber : unknown

daftar lengkap saham yang dimiliki Jiwasraya secara langsung di 2018

Berikut daftar lengkap saham yang dimiliki Jiwasraya secara langsung di 2018:
1. Semen Batu Raja (SMBR),
2. Bank BJB (BJBR),
3. PP Properti (PPRO),
4. Waskita Beton Precast (WSBP),
5. GMF AeroAsia (GMFI).
6. Aneka Tambang (ANTM),
7. PP Presisi (PPRE),
8. Jasa Armada Indonesia (IPCM),
9. Wijaya Karya Bangunan Gedung (WEGE),
10. Jasa Marga (JSMR),
11. SMR Utama (SMRU),
12. Tugu Pratama Indonesia (TUGU).
13. Semen Indonesia (SMGR),
14. Adhi Karya (ADHI),
15. Perusahaan Gas Negara (PGAS),
16. Waskita Karya (WSKT),
17. Wijaya Karya (WIKA),
18. Indocement Tunggal Prakarsa (INTP),
19. PT PP (PTPP),
20. Alam Sutera Realty (ASRI),
21. Wijaya Karya Beton (WTON),
22. Surya Semesta Internusa (SSIA),
23. Gajah Tunggal (GJTL).
24. Wintermar Offshore Marine (WINS),
25. Timah (TINS),
26. Surya Citra Media (SCMA),
27. LinkNet (LINK),
28. XL Axiata (EXCL),
29. Multipolar (MLPL)
30. Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST)

Beberapa Saham gorengan yang dimiliki Jiwasraya kini telah menjadi aset dasar (underlying) investasi reksa dana alias tidak investasi saham langsung :

1. PT Prima Cakrawala Abadi Tbk (PCAR)
2. PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP)
3. PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE)
4. PT Pool Advista Finance Tbk (POLA)
5. PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM).

Sumber : anonim, gunakan dgn bijak.

Greetings

#kafein mengucapkan Merry Christmas 2019 buat semua rekan2 kafein yg merayakannya dan Happy New Year 2020, a better and hopefully year for us. GBU.

Belajar dari kasus Narada Aset Manajemen

Kasus gagal bayar Narada AM terakhir ini menguncang market kita, hingga beberapa saham yg dikorelasikan/dikaitkan dgn permainan bandar mendapatkan tekanan jual yg masif.

Hal ini membuat penurunan yg sigfinikan dan berhari-hari, hal ini membuat analisa teknikal terkesan tak berguna karena penurunan yg terjadi bisa langsung autorejection bawah. Hal inilah makanya diperlukan robot, yg bisa langsung mengeksekusi jika harga saham menembus level harga yg sudah kita tentukan (mungkin).

Penurunan yg terjadi adalah sistematik yg menjalar ke banyak saham2 kecil, bahkan ada kerabat kafein yg mengaitkan dgn saham bumi hingga tmpi, yah jelas sangatlah beda kasusnya dimana dua ini adalah terjadi dan berefek pada saham itu saja.

Tapi penurunan yg terjadi pada saham2 spt envy pure jsky sqmi tgra irra, karena adanya beberapa penyebab seperti (1) ada institusi yg harus keluar untuk mendapatkan cash instant (2) mungkin ada bandar yg memancing di air keruh (3) panic selling (4) force sell investor margin/ritel T+2.

Hal ini tentu saja mendorong harga saham menjadi tidak rasional, bukan murah. Sehingga saham2 ini nantinya akan mencari keseimbangan harga baru alias mantul, sebelum menentukan pergerakan harga selanjutnya. Dan ini tentu saja menjadi kesempatan untuk meraup untung bagi trader yg jeli terlebih lagi kalo trader tsb tidak nyangkut di harga atas atau lebih bagus lagi jika masih memiliki modal untuk entri beli.

Kembali lagi ke bahasan produk Reksadana, dimana untuk investor yg tidak memiliki skill investasi baik waktu maupun pikiran tentu reksadana menjadi alternatif pilihan baginya utk berinvestasi di bursa, disini perlu kafein ingatkan untuk produk reksadana sebisa mungkin track record performanya di atas 5 tahun hingga lebih, paling singkat 3 tahun lah, dgn catatan return (1) sejajar dgn/diatas idx (2) diatas suku bunga hingga 18%. Return diatas ini akan semakin meningkatkan risiko. Apalagi jika reksadana (RD) tsb mengalami perubahan kinerja naik turun yg berfluktuasi, yg berindikasi bahwa RD ini lebih baik ditradingkan jangka pendek.

Kinerja reksadana yg anjlok

Belajar dari kasus ini, makanya investor haruslah tetap meningkatkan skill/kemampuannya dalam mengikuti market hingga pemilihan RD yg baik dan kredibel.

notifikasi khusus #bei

Adapun 50 perusahaan yang masuk notifikasi khusus BEI per 21 November 2019 adalah:

1. PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM)
2. PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI)
3. PT Modern Internasional Tbk (MDRN)
4. PT Argo Pantes Tbk (ARGO)
5. PT Global Teleshop Tbk (GLOB)
6. PT Golden Plantation Tbk (GOLL)
7. PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA)
8. PT Sugih Energy Tbk (SUGI)
9. PT Evergreen Invesco Tbk (GREN)
10. PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO)
11. PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO)
12. PT Tira Austenite Tbk (TIRA)
13. PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA)
14. PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA)
15. PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE)
16. PT Mitra Pemuda Tbk (MTRA)
17. PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN)
18. PT Centex Tbk (CNTX)
19. PT Nipress Tbk (NIPS)
20. PT Steady Safe Tbk (SAFE)
21. PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL)
22. PT Siwani Makmur Tbk (SIMA)
23. PT Tanah Laut Tbk (INDX)
24. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP)
25. PT Primarindo Asia Infrastructure Tbk (BIMA)
26. PT Onix Capital Tbk (OCAP)
27. PT Jakarta Kyoei Steel Works Tbk (JKSW)
28. PT ITCSI Jasa Prima Tbk (KARW)
29. PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE)
30. PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL)
31. PT Mgna Investama Mandiri Tbk (MGNA)
32. PT Leyand International Tbk (LAPD)
33. PT SLJ Global Tbk (SULI)
34. PT Cakra Mineral Tbk (CKRA)
35. PT First Indo American Leasing Tbk (FINN)
36. PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI)
37. PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN)
38. PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN)
39. PT Mitra Investindo Tbk (MITI)
40. PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY)
41. PT Panasia Indo Resources Tbk (HDTX)
42. PT Steadfast Marine Tbk (KPAL)
43. PT Cowell Development Tbk (COWL)
44. PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA)
45. PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI)
46. PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI)
47. PT Kertas Basukii Rachmat Indonesia Tbk (KBRI)
48. PT Akbar Indomakmur Stimec Tbk (AIMS)
49. PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL)
50. PT Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL)

https://www.idx.co.id/perusahaan-tercatat/notasi-khusus/